GEDUNG KAMPUS STT SAPTA TARUNA

SEJARAH STT SAPTA TARUNA


Akademi Teknologi Sapta Taruna (ATST) berdiri atas prakarsa dari beberapa Pejabat Departemen Pekerjaan Umum melalui Yayasan Pendidikan Putera pada tanggal 10 Desember 1976. Nama Akademi Teknologi Sapta Taruna dimaksudkan untuk mengenang nama ketujuh pahlawan karyawan Departemen Pekerjaan Umum dan Perhubungan yang gugur di tangan tentara sekutu Belanda dalam rangka mempertahankan dengan gigih gedung Kementrian Pekerjaan Umum dan Perhubungan di Bandung, yang kini dikenal dengan nama “Gedung Sate”.
Pada awal berdirinya tanggal 7 Juli 1984, ATST mempunyai Program Studi (D3) Teknik Sipil dan Teknik Penyehatan Lingkungan yang perijinannya berdasarkan Surat Keputusan Mendiknas No : 15/Kop.III/S.VIII tertanggal 14 Agustus 1984. Pada awalnya setelah memperoleh ijin operasi ATST berstatus terdaftar sesuai Surat Keputusan Menteri P & K No : 035/O/1987, kemudian meningkat menjadi berstatus diakui sesuai Surat Keputusan Menteri P & K No : 146/O/1991, untuk selanjutnya berstatus disamakan sesuai Surat Keputusan DIKTI No : 205/DIKTI/KEP.1993.
Pada tahun 2003 lembaga pendidikan ini berubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna dan selanjutnya disingkat STT Sapta Taruna. Sesuai SK Menteri Pendidikan Nasional RI No : 117/D/O/2003 tertanggal 5 Agustus 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna di Jakarta dan ijin penyelenggaraan Program Studi oleh Yayasan Pendidikan Putra Jakarta di Jakarta. Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna mendapat ijin perpanjangan operasional dari Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III Jakarta No : 005/003/2.1/P.G/2007 tertanggal 30 Januari 2007 perihal Penjelasan Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Pendidikan.
STT Sapta Taruna menyelenggarakan beberapa Program Studi, yaitu Program Diploma Tiga (D III) Teknik Sipil, Program Diploma Tiga (D III) Teknik Penyehatan Lingkungan, Program Studi S1 Teknik Sipil, dan Program Studi S1 Teknik Lingkungan.